Welcome to BlogYou!

Welcome to the latest and greatest blogger template.
Start Bloggin today with a free account!

Register Now!

Mar 06

Otak Juga Mengalami Penuaan

Setiap orang pasti senang bila ada yang menilai usia kita lebih muda 10 tahun dari usia yang sebenarnya. Kulit yang halus dan kencang serta gaya berbusana dan tata rias yang trendi dapat menutupi usia biologis kita.

Tidak dipungkiri lagi, di zaman yang moderen seperti sekarang ini banyak cara dan metode untuk memperbaiki dan mempertahankan penampilan luar seperti mengkonsumsi suplemen atau perawatan ke salon secara rutin untuk perawatan kulit, tata rias dan lain-lain. Namun, sebenarnya bukan hanya bagian luar saja yang perlu mendapat perawatan agar kita terlihat awet muda.

Ada satu bagian tubuh kita yang juga harus diberi perhatian yang sama yaitu otak. Berbeda terhadap kulit yang mudah kita perbaiki bila mengalami penuaan, otak kita yang sudah menua sulit untuk digantikan bahkan, kerusakan pada otak dapat berakibat fatal seperti mempengaruhi terhadap fungsi kognitif secara luas. Oleh karena itu, kita juga harus merawat organ tubuh penyimpanan segala memori ini supaya kita terlihat awet muda luar dan dalam.

Penuaan otak dapat ditandai oleh menurunnya kemampuan memahami hal-hal baru, kemampuan intelegensi dan daya ingat. Ada yang mengatakan proses penuaan ini ditandai dengan menurunnya jumlah sel yang sebenarnya dialami juga oleh organ lain. Selain itu, ada yang mengatakan pada usia 30-35 tahun mulai terjadi penurunan.

Ada juga yang memakai hukum “1%”. Maksudnya, sejak usia 40 tahun setiap organ akan turun 1% setiap tahun. Tetapi sebenarnya itu hanya menggeneralisasi keadaan. Penelitian yang dilakukan oleh beberapa pihak masih cross-sectional, tidak diikuti dari waktu ke waktu. Selain itu, ada pihak yang mengatakan bahwa proses penuaan terdiri dari 3 fase. Fase pertama yaitu usia 25-35 tahun, dimana sebagian besar kadar hormon mulai menurun. Kadar hormon pertumbuhan misalnya, berkurang 14% pada usia 35 tahun. Fase kedua yaitu transisi, pada usia 35-45 tahun.

Pada usia ini mungkin produksi hormon sudah berkurang 25% sedangkan setelah usia 45 tahun disebut fase klinik, dengan gejala penuaan mulai tampak terlihat misalnya kulit keriput, rambut rontok, energi dan libido menurun, tekanan darah tinggi, diabetes, dan masalah-masalah lain muncul seperti jantung dan daya ingat menurun.

Beberapa penyebab menuanya otak yaitu karena terlalu banyak atau sedikit atau kombinasi dalam mengkonsumsi obat. Biasanya ini terjadi pada individu yang memakai obat-obatan yang berbeda dari dokter ditambah dengan mengkonsumsi obat-obatan bebas atau obat warung. Gangguan metabolisme seperti disfungsi tiroid, anemia dan defisiensi nutrisi, dapat memberikan efek negatif pada fungsi mental.

Otak sangat rentan terhadap infeksi virus, bakteri, dan jamur. Salah satunya yang dapat menimbulkan kepikunan adalah penyakit Creuz-feldt-Jacob, yang disebarkan oleh prion (salah satu bentuk protein) yang akan merusak jaringan otak. Trauma pada kepala pun rentan akan kerusakan mental baik sementara atau jangka panjang. Seperti, terjadi kebocoran darah yang kemudian mengalir ke dalam sel otak.

Kondisi ini akan terjadi setelah trauma yang minimal. Gejalanya adalah sakit kepala, lesu, dan kadang-kadang nonspesifik. Selain itu, perubahan hormonal yang menyertai bertambahnya usia juga penyebab salah satu terjadinya penuaan otak. Misalnya, kadar hormon estradiol dan progesterone yang menurun tiba-tiba, dapat mengarah ke timbulnya menopause sehingga akan kekeringan vagina, berkurang massa tulang, kulit wajah kusam, rambut rontok dan cepat letih.

Perlu diingat, selain hal-hal diatas ternyata paparan zat kimia akibat polusi maupun makanan juga penyebab kerusakaan otak misalnya, terhirupnya terus menerus karbon monoksida, aluminium, timah, nikel. Oleh sebab itu, ikan laut yang tercemar merkuri sangat membahayakan.

Ada beberapa cara untuk memudakan otak, yaitu:

  • Mengurangi asupan kalori total dan lemak jenuh.
  • Melakukan latihan aerobik ataupun jalan cepat sekurang-kurangnya 45 menit selama tiga kali seminggu.
  • Selalu mempelajari hal-hal baru dapat melatih otak untuk tetap hidup.
  • Tidur 8 jam sehari akan melindungi dari penyakit kronik.
  • Berolah raga teratur, mengendalikan kadar lemak tubuh dan tidak merokok.

Ada cara yang lebih mudah, efektif dan signifikan untuk otak, bahkan bisa menyembuhkan penyakit Alzheimer atau Parkinson yaitu dengan Terapi Ozon di STANMED CENTER, hubungi 021-7228899 untuk informasi lebih lanjut

blogyou template Copyright 2009 Monev Software LLC